Tahun
2011 telah berakhir dan kini kita telah menginjak di tahun yang baru yaitu
Tahun 2012. Banyak orang yang mempunyai resolusi dan harapan di tahun 2012 ini.
Indonesia pun harus memiliki resolusi di tahun 2012 agar bisa menjadi lebih
baik dari tahun-tahun sebelumnya, karena pemerintah mempunyai banyak PR untuk
memperbaiki dalam berbagai hal.
Dari tahun ke tahun Indonesia
memiliki perkembangan yang membaik, namun tetap saja masih harus diperbaiki
lagi karena tak banyak masyarakat yang cukup puas atas kinerja pemerintah dalam
membangun ibu pertiwi. Pemerintah selalu menebar janji. Namun, yang terjadi
dilapangan tidak seperti yang dijanjikan pemerintah. Masyarakat juga tak pernah
percaya terhadap kinerja para-para penguasa yang hanya mementingkan
masing-masing partai.
Di tahun 2011 banyak berita-berita
yang menyorot tentang para kinerja pemerintah yang tidak maksimal. Seperti
halnya tentang kasus tindak korupsi yang masih merajalela di penjabat-penjabat
negara. Masih segar di ingatkan kita tentang kasus korupsi Wisma Atlet yang
melibatkan para anggota dewan serta pejabat partai politik. Triliunan rupiah
digelontorkan ke kantung para anggota dewan dan pejabat partai politik tersebut.
Selain itu terdapat kasus korupsi yang
menyeret nama Melinda Dee sebagai aktor pembobolan tabungan para nasabah hingga
triliunan rupiah. Bukan hanya saja masih banyak kasus-kasus korupsi yang
memakan uang rakyat hingga triliunan rupiah. Namun, hukuman yang didapat tidak
sebanding dengan apa yang mereka perbuat. Dimana keadilan yang mereka janjikan
terhadap masyarakat. KPK yang sebagai pembasmi para koruptur malah berubah
peran menjadi pelindung koruptor.
Selain itu banyak kasus-kasus yang
lebih memprihatinkan bagi bangsa di tahun 2011. Kasus lainnya seperti
pelanggaran hak asasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kemiskinan para rakyat yang semakin melonjak
naik dari angka kemiskinan. Para TKW yang terlantar dan di hukum pancung
dinegara tempat mereka bekerja. Dan arogansi para anggota DPR yang semakin
membuat masyarakat Indonesia geram.
Di tahun 2012 ini diharapkan
pemerintah memperbaiki sistem kinerjanya. Dan membuktikan segala janji-janji
manis yang telah disampaikan pada masyarakat. Seharusnya pemerintah mempunyai
resolusi untuk Indonesia ke depannya agar lebih maju ke depan.
Namun yang terjadi pada awal tahun
ini kita dikejutkan dengan berita mengenai seorang bocah laki-laki asal Sulawesi
yang mencuri sandal butut milik seorang anggota polisi. Bocah tersebut bernama
Aal. Ia di penjara, di aniaya oleh anggota polisi dan di hukum 5 tahun penjara.
Namun, masyarakat Indonesia tidak tinggal diam terhadap kasus yang di alami
Aal. Masyarakat pun bersimpati dan menggalang posko 1000 sandal bekas atau baru
untuk Aal. Sandal-sandal tersebut nantinya akan diberikan ke kantor Mabes
POLRI, MA, MK, dan kantor Kejaksaan. Hal ini bisa dilihat bagaimana buruknya
hukum di Indonesia. Bila dicermati hukuman untuk para koruptor yang telah
memakan triliunan uang rakyat jauh lebih ringan hukumannya sekitar 2 sampai 3
tahun penjara. Sedangkan masyarakat yang miskin yang hanya memungut sandal
bekas dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Sungguh kita sebagai bangsa Indonesia
sangat miris dan memprihatinkan jika melihat hukum di Indonesia.
Dan ada lagi yang lebih membuat kita
geram yaitu mengenai renovasi toilet di gedung DPR yang diperkirakan akan
menghabiskan sekitar 2 milyar rupiah. Sebelumnya anggota DPR merencanakan
membangun gedung baru, mobil dinas yang mewah serta jalan-jalan ke luar negeri.
Anggota DPR semakin manja dengan sikap hedonisnya yang membuat rakyat semakin
kesal. Namun, hal itu tidak di imbangi dengan hasil kerja para anggota DPR,
selain itu pada saat rapat para anggota DPR tersebut lebih sering tertidur,
mengobrol atau pun absen dari rapat.
Inikah suatu perubahan atau malah
semakin buruknya pemerintahan di Indonesia. Di awal tahun saja pemerintah sudah
memperlihatkan tidak adanya resolusi yang di inginkan. Lalu bagaimana nantinya
negeri ini di masa yang akan datang. Akankah masih penuh ke tidak acuhan
pemerintah terhadap masyarakat Indonesia yang membutuhkan.