Sabtu, 05 April 2014

TITIK NOL

         Akhir-akhir ini saya mulai mengerti mengapa banyak artis korea yang melakukan tindakan bunuh diri, memang bukan hanya artis korea saja yang melakukan bunuh diri. Di luar sana banyak sekali orang-orang melakukan itu karena satu alasan yaitu mengalami depresi dalam dirinya. Melalui KBBI saya menelusuri pengertian Depresi.
Depresi: Gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot. (seperti muram, sedih               dan perasaan tertekan.
         Tulisan ini saya buat dari sisi pandangan saya tentang orang-orang yang melakukan bunuh diri karena depresi. Dalam islam bunuh diri itu dilarang dan merupakan perbuatan dosa dan kelak mempunyai tanggung jawab yang besar kepada Sang Pencipta. 
      Depresi terjadi karena adanya suatu masalah sulit yang sedang dihadapi seseorang. Setiap orang mempunyai masalahnya sendiri-sendiri dan memiliki cara untuk menghadapinya dengan berbeda. Perasaan tertekan lah yang sering kali dialami seseorang. Banyak tekanan yang harus dihadapi sehingga membuat seseorang depresi. 
          Saat ini saya merasakan berbagai tekanan yang membuat saya merasa tertekan. Banyak tekanan yang datang pada saya dan membuat saya sulit keluar dari kondisi itu. Tekanan itu semakin hari semakin besar. Bermula dari saya kehilangan seseorang yang sangat sayangi beberapa tahun silam. Saya merasa hidup saya berubah 180 derajat. Tidak ada yang mengerti dan peduli terhadap saya. Setiap kali jika ada yang membuat perasaan saya terluka, saya hanya bisa menangis seorang diri tanpa ada yang peduli. Tahun berganti tahun itulah yang saya harus hadapi. Karena hal itu pikiran dan perasaan saya mulai merasa tertekan dan kadang saya pun berpikiran untuk mengakhiri hidup.
        Namun saya takut. Saya takut berbuat dosa. Saya selalu berdoa agar Tuhan yang mencabut nyawa saya agar saya tak berbuat dosa. Tetapi tak pernah terjadi. Saya selalu merasa untuk apa saya hidup bila perasaan saya selalu disakiti. Saya memang orang yang sensitif terhadap perkataan dan langsung down jika mendengar kata-kata yang menyakitkan. Tetapi itu bukan mau saya. Saya lelah mempunyai perasaan ini.
         Semakin hari tekanan ini bertambah disaat situasi yang sulit dan  tak  bisa berontak dengan keadaan. Saya merasa ditekan oleh orang-orang disekitar saya. Saya lelah, saya bingung harus berbuat apa, saya tak ingin dalam kondisi ini, saya perlu seseorang yang peduli dan mengerti saya bukan melalui kata-kata tetapi tindakan. Saya mengharapkan adanya seseorang yang dapat menghapus air mata saya ketika saya menangis, pundak untuk berbagi suka dan duka yang saya alami. Seseorang yang selalu ada di saat saya membutuhkannya dan sebaliknya. Dan saya ingin kematian cepat datang menjemput saya. Namun, itu tak kan pernah saya dapatkan, sampai sekarang pun tak pernah saya dapatkan. Saya pun merasa depresi dan mulai berada dititik nol.

05 April 2014